Seputar Berita Sosial

now browsing by category

berita-berita sosial

 
Posted by: | Posted on: February 6, 2018

Perubahan itu Jelas

Globalisasi semakin mempengaruhi kehidupan dunia dimana tidak ada lagi jarak antara negara dengan ngara lain begitu dekatnya sehingga sebagai bangsa yang besar harus memikirkan bagai mana menghadapi globalisasi. Perubahan itu jelas akan dan sedang terjadi. Pertanyaannya mau kah kita berubah ? kalau kita berkeinginan untuk berubah maka perubahan itu jelas harus ada keinginan dan komitmen yang tinggi untuk melaksanakannnya.

Begitu pula dengan sistem pendidikan, perubahan kurikulum selalu memberikan wahana baru dari perubahan sistem pemberlajaran yang harus segera di sosialisasikan kepada pemangku kepentingan, Dinas Pendidikan Propinsi, Disdik Kabupaten/Kota, kepala sekolah sampai pada guru sebagai ujung tombak keberhasilan penyampaian ilmu kepada peserta didik. Perubahan kebijakan tentu akan memnghabiskan biaya yang tidak sedikit apalagi pelaksanaan kurikulum 13 smpat di hentikan dan sekarang di berlakukan kembali dengan sistem beberapa tahap, mulai dari 6% yang melaksanakan pada tahun Pelajaran 2015/2016, 19% pada tahun berikutnya samapai tahun pelajaran 2018/2019 seluruh sekolah telah melaksanakan kurikulum 13 dengan perubahan. Artinya perubahan ini akan memakan waktu yant tidak bersamaan pelaksanaan, pada tahun tersebut masi ada sekolah yang menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) sampai tiga tahun berikutnya baru pada tahun Pelajaran 2020/2021 seluruhnya telah melaksanakan kurikulum.

Selanjutnya bagai mana dengan evaluasi keberhasilan dari pelaksanaan kurikulum 13 perubahan yang pelaksanaannnya tidak seragam. Hal ini akan melahirkan kebijakan baru dengan perubahan kurikulum yang lain lagi.  Begitulah perubahan itu harus jelas, kemana arahnya.

Posted by: | Posted on: December 27, 2017

Belajar Matematika ?

Manusia diberi kelebihan masing-masing oleh yang Maha kuasa, mulai dari kepandaian bernyanyi, menghapal, teknik dan keterampilan lainnya, seperti kepandaian berbicara, kepandaian bergaul dengan teman sejawat serta banyak lagi kelebihan-kelebihan lainnya yang ada di dalam diri seseorang. Tetapi kelebihan-kelebihan itu harus di latih dan di biasakan. Berkaitan dengan kelebihan ini manusia harus dilatih dengan konsep-konsep dalam menjalankan kehidupan. Konsep-konsep ini banyak dalam pelajaran matematika. Matematika sebagai sebuah ilmu sangat dibutuhkan oleh semua bidang ilmu, bahkan matematika di katakan sebagai queen of sciene (ratu nya Ilmu Pengetahuan) sehinggap bidang ilmu apa saja membutuhkan apa yang disebut matematika.

Pelajaran Matematika harus diberikan kepada peserta didik pada usia SD sampai perguruan tinggi, tetapi yang penting adalah waktu di Sekolah Dasar karena hal ini memberikan konsep dasar bagai mana menyampaikan konsep penjumlahan, misalnya konsep penjumlahan pada peserta didik kelas satu SD harus mengenal hitungan dengan konsep yang nyata. Konsep penjumlahan, perkalian dan pembagian ini merupakan konsep dasar dalam matematika dan akan terus di pelajari sampai ke perguruan tinggi, tetapi di kelas-kelas slanjutnya peserta didik di berikan konsep berpikir dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, matematika tidak boleh di takuti, tetapi harus di pelajari dehngan konsep yang jelas dan diberikan oleh guru yang memang kompeten dalam bidangnya. Jika di takuti oleh peserta didik, maka peserta didik akan kehilangan daya nalar dan berpikir kritis terhadap sesuatu yang dipelajarinya. Seseorang yang memiliki dan memahami matematika, maka ia akan memahami daya nalar dan memaksimalkan otak kanan. Sehingga peran serta orang tua wali peserta didik harus jeli dalam melihat perkembangan putera-puterinya.

Matematika di butuhkan sampai ke perguruan tinggi, karena di perguruan tinggi dalam setiap program studi ada mata kuliah yang disebut matematika dasar, statistik dan lain-lain. Matakuliah tersebut membutuhakan pemahaman tentang konsep  matematika. Oleh karenanya bagi peserta didik yang ingin memahami matematika harus sering mempelajari melaui bertanya kepada gurunya  atau melalui belajar tambahan.

Posted by: | Posted on: December 19, 2017

MILAD 30 TAHUN SMAN 5 KABUPATEN TANGERANG

MILAD 30 TAHUN SMAN 5 KABUPATEN TANGERANG

Milad merupakan hari lahir. Milad 30 tahun SMAN 5 Kabupaten Tangerang yang merupakan perjalanan panjang SMAN 5 Kabupaten Tangerang yang sejak berdirinya pada tahun 1987 sampai saat ini sudah 30 tahun. SMAN 5 Kabupaten Tangerang yang lebih di kenal dengan nama BONAR telah mengalami perubahan nama sampai empat kali mulai dari SMAN Teluknaga, SMUN 1 Teluknaga, SMAN 1 Kosambi dan terakhir SMAN 5 Kabupaten Tangerang perubahan ini sesuai dengan nomenklatur dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

 

Kemeriahan MILAD yang dilaksanakan pada 16 Desember 2017 di hadiri oleh 27 angkatan mulai dari lulusan pertama tahun 1990 sampai dengan tahun 2017. Kegiatan milad juga menghadirkan artis pelawak Yadi Sembako dan Reza Herlambang dangan Host penomenal yang merupakan alumni dari SMAN 5 Kabupaten Tangerang yaitu Bang Ucok Oplet Alumni tahun 2008.

 

Kebahagian terlihat dari para alumni yang hadir di sekolah, mereka berada di sekitar sekolah untuk sekedar melepas rindu dengan teman seangkatannya dan dengan guru-guru mereka yang masih ada di sekolah. Guru yang dari awal berdiri dan paling awal mengabdi di SMAN 5 Kabupaten Tangerang salah satunya Pak Judi Mahyudin dan Pak Afie Kafiladin. Milad juga mengundang mantan Guru dan Mantan Kepala Sekolah, yaitu Bapak Drs. H. Endang Suparman, MM. serta Ibu Desy Lestari, Dra. Sumihar Meinarti dan Pak Haryanto. Pokoknya suasana pada hari itu sangat luar biasa penuh haru dan canda.

 

SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang merupakan kelas jauh dari SMA Negeri 1 Kota Tangerang yang sejak berdiri di tahun 1987 telah mengalami perubahan nama seperti yang dijelaskan di atas. Sejak berdirinya pelaksanaan kegiatan Belajar mengajar di SDN Kp Melalyu VII dan SDN Kp Melayu V kurang lebih sampai kelas 3 lulus mengikuti EBTANAS tahun 1990, peserta didik baru merasakan kelas yang di bangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang terdiri dari 4 ruang kelas dan satu ruang guru dan TU berikut ruang Kepala Sekolah. Pada tahun itu pula kegiatan belajar dilaksanakan di Desa Salembaran ketika itu dengan kegiatan pagi dan sore serta sebagian ruang SDN Pemukiman, selanjutnya di tahun 1993 Pemerintah Propinsi Jawa Barat memberikan tambahan bangunan yang terdiri dari 1 ruang Lab, 1 ruang Tata Usaha, satu Ruang Kepala Sekokah, satu ruang guru serta 6 ruang belajar sehingga dengan tambahan ruang tersebut jumlahnya bertambah menjadi 10 ruang kelas, pada tanggal 23 Desember 1993 bersama 60 SMAN se-Jawa Barat diresmikan penegeriannya dan dilaksanakan di SMAN 1 Teluknaga. Kegiatan belajar masih pagi sore sampai tahun 2008. Ruang belajar bertambah seiring perubahan pemerintah akibat reformasi, sampai akhir tahun 2009 kegiatan belajar menjadi pagi semua, itu pun pembanguan ruang kelas terus di upayakan sampai saat ini menjadi lebih dari 30 kelas berikut ruang Laboratorium yang di jadikan kelas.

 

Perjalanan panjang sebuah institusi sekolah yang sekarang di sebut sebagai Satuan Pendidikan atau UPT(Unit Pelaksana Teknis), 30 tahun SMAN 5 Kabupaten Tangerang dengan segala pengalaman suka duka, bagaimana mendidik peserta didik dengan berbagai macam gaya dan karakter tentunya bukanlah hal yang mudah, banyak pengalaman yang di alami oleh guru sehingga tidak segan-segan berhadapan dengan orang tua/wali murid dan mengkomunikasikan berbagai prilaku yang menyimpang dari peserta didik.  Namun semua itu harus dilalui oleh para guru dengan sabar, tenang sehingga pengalaman itu memeberikan tambahan kekuatan untuk terus mendidik dan mendidik peserta didik agar berhasil dalam mngarungi kehidupan di masyarakat. Dari pengalaman ini ternyata para Alumni dari 27 Angkatan banyak juga yang berhasil dalam menjalani kehidupan di masyarakat, ada yang menjadi aparat pemerintah sebagai PNS, TNI dan POLRI, di BUMN, politik, Dokter, menjadi guru dan lain sebagainya.  Pada hari itu, Milad 30 Tahun SMAN 5 Kabupaten Tangerang berkumpul di sekolah, walaupun baru sebagian perwakilan yang hadir. Jika hadir semua mungkin sekitar 5000 sd 6000 alumni.

 

Kenapa Milad ke 30 tahun diadakan pada tanggal 16 Desember 2017, pada hari itu memang kegiatan belajar mengajar sudah tidak ada, peserta didik telah melaksanakan PAS (Penilaian Akhir Semester). Sebenarnya berdirinya sekolah ini pada tahun pelajaran 1987/1988 bulan juli 1987 sekarang tahun 2017 jadi sudah 30 tahun lebih sedikit, tetapi penegeriannya pada tanggal 23 Desember 1993 jadi kurang 7 hari ke tanggal 23 Desember 2017. Jika merujuk ke tanggal peresmian memang baru 24 tahun usia sekolah, hanya bila dilihat dari prosesnya memang sudah 30 tahun lebih 6 bulan. Tentunya hal ini tidak perlu di perdebatkan, intinya dari kegiatan MIlad 30 tahun SMAN 5 Kabupaten Tangerang, terjalin kembali silaturahim diantara warga sekolah dan para alumni yang masih mengingat suasana sekolah ketika itu.

 

Sekali lagi terima kasih kepada seluruh Alumni yang telah hadir baik sendiri-sendiri atau kelompok, semoga kita dapat terus menjalin tali silaturahim. Selanjutnya selamat kepada alumni yang telah berhasil dan Alumni yang belum berhasil, terus berjuang untuk mengisi hidup dengan kerja keras. Salam dari kami para guru dan seluruh staf Tata Usaha.

Posted by: | Posted on: January 29, 2017

Kursus Mahir Dasar Pendidikan Kepramukaan

KMD2 (7)
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah, oleh karena itu SMAN 5 Kabupaten Tangerang dengan dasar tersebut di atas menyelenggarakan pelaksanaan Kursus Mahir Dasar untuk para Guru SMAN 5 Kabupaten Tangerang, bekerjasama dengan Pusdiklatcab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang.

KMD dibuka secara resmi oleh MABIRAN Kecamatan Kosambi Kak Murhadi, didampingi oleh Ketua Harian Kwarcab Kak Adiat, Ka Pusdiklat Ka Hidayat serta Ka Lukman yang baru satu minggu menduduki posisi sebagai KCD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten untuk Kabupaten Tangerang, beliau dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya pembinaan peserta didik melalui kegiatan Pramuka, salut kepada Mabigus SMAN 5 Kabupaten Tangerang yang berani melaksanakan kegiatan KMD mandiri, mudah-mudahan kegiatan ini dapat di ikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang, itu pun kalau Mabigus nya memiliki semangat yang sama seperti SMAN 5 Kabupaten Tangerang, karena kalau semangatnya tidak ada, tidak mungkin terlaksana kegiatan KMD mandiri. Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan kepramukaan sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah khususnya di tingkat pendidikan dasar, di pendidikan menengah kenapa kurang peminatnya, karena waktu kuliah di IKIP Bandung hanya sedikit mahasiswa yang mengikuti kegiatan kepramukaan, tetapi di SPG dan SGO Pramuka merupakan kegiatan yang wajib di ikuti oleh seluruh siswa SPG dan SGO sehingga di tingkat pendidikan dasar pramuka cukup banyak peminatnya, mudah-mudahan melalui KMD ini peserta didik lebih banyak yang berminat mengikuti kegiatan kepramukaan.

Selanjutnya Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang Kak Adiat menekankan bahwa, kegiatan Pramuka sangat membantu proses pembinaan karakter bangsa, dan dapat membantu wilayah untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Kecamatan-kecamatan khususnya Kecamatan Kosambi. KMD mandiri yang dilaksanakan di SMAN 5 Kabupaten Tangerang, merupakan kegiatan mandiri yang pembiayaannya dari peserta dan sebagian melalui anggaran peningkatan mutu guru. KMD ditingkat Kwartir Cabang terbatas pelaksanaannya karena biayanya melalui APBD sehingga kegiatan Mandiri ini sangat membantu terlaksananya kegiatan KMD mandiri di tingkat Kwaran.

Pelaksanaan KMD di SMAN 5 Kabupaten Tangerang merupakan kegiatan pertama yang pelaksanaannya di tingkat satuan pendidikan, di ikuti oleh 61 peserta yang terdiri dari 24 peserta putra dan 37 peserta putri. para peserta berasal dari SMA sebanyak 39 peserta dan sisanya 22 dari SD dan SMP sekitar Kecamatan Kosambi. Kegiatan KMD memang khusus untuk peserta dari Guru SMAN 5 Kabupaten Tangerang, tertapi untuk menampung keinginan kwaran, maka pesertanaya ditambah peserta dari lingkungan SD dan SMP di wilayah Kecamatan Kosambi. Kegiatan KMD dilaksanakan mengambil hari sabtu dan minggu, mulai dari tanggal 28 – 29 Januari 2017, 4 – 5 Pebruari 2017 dan 10,11, dan 12 Pebruari 2017 dengan pelaksanaan perkemahan.

Mudah-mudahan melalui KMD ini diharapkan dapat menghasilkan para pembina pramuka yang bukan hanya sekedar tahu, tetapi  mau dan ingin melakukan pembinaan kepada peserta didik baik pada kegiatan siaga, pengalang dan penegak. (IDT).

Kembali KeatasKembali Keatas